5 Cara Raih Beasiswa Ke Luar Negeri Walau Nilai Pas-Pasan

Melanjutkan pendidikan di luar negeri bisa jadi impian semua orang. Siapa yang tidak mau mengenyam pendidikan berkualitas dengan iming-iming masa depan cerah setelahnya? Terlepas dari segala kesulitan menjadi mahasiswa di luar negeri, tentu tidak sedikit yang berharap dapat belajar di negeri selain tanah air. Selain itu mempelajari kultur yang sama sekali berbeda bisa menjadi daya tarik sendiri.

Sayangnya tidak sedikit pula yang menganggap hal ini sebagai impian yang mustahil sehingga mengubur mimpi bahkan sebelum mencobanya. Apalagi jika melihat deretan nilai yang rasa-rasanya kok biasa saja. Sedang asyik scrolling instragram, tiba-tiba melihat postingan teman yang sedang mengambil studi di Jepang dengan latar gunung Fuji atau teman lain yang sedang berpose ramai-ramai di depan Menara Pisa. Pernahkah terbayang bagaimana jika kita yang berada dalam posisi mereka? Belajar bersama mahasiswa lain dari berbagai belahan dunia, melihat dunia tidak hanya dari Indonesia. AAh, memangnya bisa?5 Cara Raih Beasiswa Ke Luar Negeri Walau Nilai Pas-Pasan

Tapi, tunggu dulu! Kata siapa hanya murid bernilai nyaris sempurna yang bisa mendapatkan beasiswa? Nilai akademis memang penting, maka jika masa studimu masih berlangsung, jangan sia-siakan semangat belajarmu yang masih menggebu-gebu itu. Namun jika nilaimu sudah terlanjur ada, bukan berarti kesempatan mendapatkan beasiswa melayang begitu saja. Jangan dulu berkecil hati, 5 Cara di bawah ini dapat kamu ikuti untuk meraih beasiswa ke luar negeri walau nilaimu pas-pasan.

1. Riset: Baca Minimal 20 Informasi Mengenai Beasiswa Setiap Harinya

Sebelum membuat strategi, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu. Ada banyak sekali lembaga penyedia beasiswa dengan berbagai tujuan universitas. Cari tahu dan bandingkan syarat-syarat yang ada. Tidak semua penyedia beasiswa menjadikan nilai sebagai syarat utama lho. Jangan lupa untuk mencari informasi beasiswa yang disediakan dari sekolah atau kampusmu.

Baca Juga :  Beasiswa Penuh S2 di KU Leuven Belgia, Deadline 1 Februari 2019

Meskipun sangat mudah diakses, internet bukanlah satu-satunya sumber informasi. Jalin komunikasi yang baik dengan teman-temanmu yang sedang kuliah di luar negeri pun tak kalah pentingnya. Terkadang ada informasi beasiswa yang hanya diketahui oleh mahasiswa setempat. Selain itu jangan sungkan untuk bertanya pada pengajar di sekolahmu. Jika ada gurumu yang telah melanjutkan pendidikan di luar negeri, mereka pasti dengan senang hati membagikan tips dan trik pada murid-muridnya.

2. Perkeren Dirimu dengan Menjadi Sukarelawan atau Terlibat dalam Organisasi

Prestasi tidak melulu terkait dengan nilai akademis. Maka jika nilai akademismu kurang oke, saatnya meningkatkan prestasi di bidang yang lain. Jangan malas untuk melibatkan diri dengan kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar sekolah. Selain organisasi, kamu pun bisa berkontribusi secara sosial dengan menjadi relawan. Beberapa penyedia beasiswa, seperti Fullbright Amerika Serikat, justru lebih melirik kandidat dengan track record di kegiatan sosial.

Tunjukan dirimu dapat membuat perubahan positif bagi masyarakat. Membuat perubahan tidak perlu melakukan hal super besar yang menghabiskan banyak biaya. Membuka taman baca di rumah agar anak-anak di lingkunganmu menjadi gemar membaca pun bisa menjadi perubahan yang berdampak positif, bagimu maupun orang lain.

3. Tulislah Motivation Letter yang Menjual Skillmu

Motivation letter merupakan esai singkat yang menceritakan siapa dirimu dan yang terpenting alasanmu melanjutkan studi di negara tersebut. Dokumen ini merupakan dokumen pendukung aplikasi beasiswa yang penting dalam pengajuan aplikasi beasiswa. Jangan meremehkan kekuatan motivation letter karena dokumen ini selain menjadi pertimbangan pemberi beasiswa, akan terus dilihat hingga tahapan berikutnya seperti pada tes wawancara.

Sebelum mulai membuat motivation letter, sediakan waktu khusus untuk membuat ide dan konsep tulisan agar lebih matang. Hal penting yang juga perlu disertakan dalam motivation letter adalah pencapaian terbaikmu. Pencapaian terbaik tidak terbatas pada penghargaan semata, bisa juga hal yang telah mempengaruhi kehidupanmu. Ingat juga untuk tonjolkan kompetensi yang kamu miliki dan bagaimana kamu bisa mengembangkankannya.

Baca Juga :  Beasiswa Diploma dan S1 dari KGSP di Korea

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi sulit, jelaskan pula caramu berjuang hingga akhirnya bisa mengatasi rintangan yang kamu hadapi. Selain itu, jangan lupa jelaskan impian masa depan yang kamu harapkan dan bagaimana kamu akan mencapainya.

4. Siapkan Surat Rekomendasi yang Bisa Menjamin Performamu

Selain Motivation Letter, kamu juga perlu menggunakan surat rekomendasi untuk ‘menjual diri.’ Tidak jarang penyedia beasiswa menghubungi pemberi rekomendasi untuk mengetahui rekam jejakmu. Carilah pengajar atau orang yang memiliki kredibilitas pada bidangnya, yang mengetahui kemampuan dan kepribadianmu secara positif. Jika memungkinkan, ceritakan mimpi, visi, dan harapanmu pada pemberi rekomendasi. Yang paling penting, hati-hati dalam bersikap saat memintanya, untuk mendapatkan surat rekomendasi yang baik dan kuat.

5. Jika Gagal, Katakan Pada Dirimu : Belum Saatnya Menyerah!

Coba tanyakan pada kenalanmu yang pernah kuliah di luar negeri tentang perjalanannya. Paling tidak satu kali, mereka pasti pernah mengalami kegagalan sebelum akhirnya mencapai tujuan yang mereka miliki. Salah satu hal yang membuat mereka berhasil adalah mereka tidak berhenti berjuang.

Maka jika pengajuan beasiswamu ditolak, jangan putus asa dulu. Segera lakukan evaluasi terhadap kesalahan yang mungkin kamu lakukan. Jangan ragu untuk meminta bantuan teman-temanmu untuk melakukan persiapan kembali seperti latihan wawancara. Ingat motivasi awal mengapa kamu ingin melanjutkan studi di luar negeri dan kumpulkan kembali semangatmu karena belum saatnya menyerah!