Pentingnya Komitmen Dalam Mewujudkan Impian Meraih Beasiswa

“Mewujudkan mimpi bukan sekadar mengikuti kata hati. Lebih daripada itu, seseorang harus memantapkan hati”

Harapan, motivasi, antusiasme, dan optimisme umumnya merupakan pendorong seseorang untuk mengikuti kata hati dalam memulai perjalanan meraih mimpi. Tentu itu merupakan hal yang baik. Namun, mengikuti kata hati saja tidaklah cukup. Untuk membuat mimpi menjadi kenyataan, seseorang harus berjanji pada diri sendiri untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan dalam mencapai tujuan secara disiplin dan konsisten. Bahkan dia akan siap dan tetap melangkah jika menemui keadaan terburuk yang mungkin terjadi dalam perjalanannya. Dirinya tak akan mengeluh saat mengalami kesusahan ataupun kesedihan. Itulah yang disebut komitmen.

Apa bedanya orang yang punya komitmen dengan yang tidak? Orang yang punya komitmen sangat menyadari proses yang akan dia lalui. Dia tahu berada di titik mana dan harus berjalan ke arah mana serta sejauh apa. Oleh karena itu, dia mempunyai prioritas dan target serta batas waktu yang jelas ketika berproses. Semua itulah yang mendorongnya untuk melakukan usaha secara disiplin dan konsisten.

Orang yang punya komitmen memiliki agenda yang jelas setiap harinya. Dia tahu kapan harus berencana, bekerja, berdiskusi, dan beristirahat. Rencananya sangat konkret dan masuk akal untuk dijalankan, dan dia bekerja berdasarkan hal itu. Saat mengerjakan sesuatu, dia tidak bergantung pada “mood” atau suasana hati, ataupun juga pada minat dan keinginannya. Dia menyelesaikan sesuatu karena hal ter­sebut perlu diselesaikan sesuai targetnya. Namun, dia juga tidak merasa terpaksa saat melakukannya sebab dia sadar akan makna perjuangannya.

Dalam usaha meraih beasiswa, komitmen diwujudkan dalam langkah-langkah memenuhi kelengkapan persyarat­an dan mempersiapkan diri untuk proses seleksi. Setelah memilih beasiswa, seseorang harus tahu apa yang perlu diprioritaskan berdasarkan persyaratan dan potensi dirinya. Misalnya, jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri, bahasa Inggris merupakan hal mutlak yang harus dikuasai. Apabila kemampuan berbahasa Inggris masih sangat kurang, maka dia harus memprioritaskan penguasaan bahasa Inggris de­ngan target dan batas waktu yang jelas. Itulah contoh ko­mitmen dalam berburu beasiswa. Yang perlu digarisbawahi adalah ‘your commitment equals to your results!’ Artinya, seberapa besar komitmen yang Anda miliki dan tekuni, sebe­sar itu pulalah hasil yang akan Anda terima. Sudahkah Anda memantapkan hati?