Tips Membuat Curriculum Vitae (CV) Beasiswa

Curriculum Vitae (CV) umumnya wajib disertakan dalam persyaratan dokumen ketika melamar beasiswa. Dengan menulis dokumen ini dengan benar tentunya akan membuat persyaratan dokumen anda akan menjadi lebih mudah untuk dipertimbangkan oleh pihak penyeleksi. Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan CV yang baik?

Simak tips-tips untuk membuat Curriculum Vitae berikut :

Berikan Data Pribadi beserta Status Pendidikan Anda

Data pribadi merupakan salah satu informasi utama dalam sebuah Curriculum Vitae. Berikanlah informasi yang jelas mengenai data pribadi anda, mulai dari nama, alamat, hingga kontak yang dapat dihubungi (email, nomor telepon, dll).

Pada dokumen aplikasi beasiswa, cantumkan juga riwayat pendidikan anda. Jangan lupa, tidak ada salahnya mencantumkan pendidikan non-formal yang pernah diikuti (Kursus, Workshop, dan lainnya).

Sertakan juga nilai IPK anda. IPK merupakan salah satu standar yang dapat mengukur prestasi akademik pelamar. IPK juga pada umumnya menjadi bahan pertimbangan awal untuk penerimaan atau seleksi kandidat penerima beasiswa.

Tuliskan Prestasi Anda

Prestasi adalah salah satu pokok pertimbangan yang berpengaruh bagi pihak penyeleksi untuk memutuskan menerima anda sebagai penerima beasiswa atau tidak. Beasiswa pada umumnya diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang memiliki kompetensi dan prestasi yang baik.

Anda dapat mencantumkan prestasi akademik meupun non-akademik. Anda juga dapat mencantumkan prestasi dalam bentuk penghargaan yang pernah diperoleh, seperti penghargaan lomba, lolos suatu seleksi, beasiswa yang pernah diperoleh, dan lain-lain. Buatlah prestasi penunjang dalam bentuk foto, video, atau situs web yang sebagai lampiran bahan bukti.

Jelaskan Kompetensi dan Relevansi

Jelaskan kompetensi yang anda miliki yang menunjang dalam akademik, mulai dari hobi, latar belakang, kursus yang diikuti, kegiatan, dan pengalaman. Dengan menjelaskannya, pihak penyeleksi dapat mempertimbangkan anda, dengan peluang yang lebih besar. Misalnya, kemampuan people management, public speaking, analisa, dan kompetensi lainnya. Anda juga dapat menyertakan skill yanganda kuasai seperti pemrograman, Microsoft Office, Adobe Photoshop, dan skill teknis lainnya. Pastikan anda menuliskannya dengan format yang mudah dibaca.

Pastikan CV anda memiliki relevansi dengan program beasiswa yang anda daftarkan. Semenarik apapun latar belakang yang anda jelaskan, tidak akan bernilai jika tidak memiliki keterkaitan. Misalnya, program beasiswa yang anda daftarkan adalah program yang mengutamakan kemampuan dan pengalaman di bidang riset. Sedangkan latar belakang di CV menonjolkan kemampuan di bidang desain. Pihak penyeleksi kemungkinan besar akan memilih kandidat dengan relevansi CV yang sesuai dengan tujuan program yang ditawarkan.

Tulis Pengalaman yang Dimiliki

Pengalaman juga menjadi salah satu aspek yang akan menjadi pertimbangan penting. Anda dapat mencantumkan pengalaman kerja, pengalaman organisasi, dan pengalaman lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi poin pembeda anda dengan kandidat lainnya. Proyeksikan pengalaman anda dengan baik. Tuliskan deskripsi singkat dan jelas tentang pengalaman dan peran anda.

Sertakan Karya Ilmiah yang Pernah Anda Publikasikan

Beberapa program beasiswa akan mempertimbangkan karya ilmiah yang pernah dipublikasikan, sebagai prestasi atau pencapaian anda. Apalagi jika anda mendaftar program beasiswa master (S2) atau doktoral (S3). Karya ilmiah merupakan suatu hal yang penting, berikanlah informasi dengan detail dimana karya ilmiah anda diterbitkan, kapan, dan topiknya tentang apa. Hal ini perlu dilampirkan agar pihak penyeleksi dapat mengetahui seberapa besar kompetensi dan minat anda di bidang tertentu.