Tips Sukses Mengejar Beasiswa Sambil Bekerja Full-Time

Meneruskan studi ke jenjang S2 atau S3 tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, bukan berarti kesempatan ini hanya terbuka untuk mereka yang ‘berduit’. Meskipun gaji Anda belum seberapa, namun masih ada jalur beasiswa yang bisa meringankan beban Anda. Anda tak perlu menunggu hingga bertahun-tahun sampai tabungan untuk kuliah lagi terkumpul.

Meski demikian, mendapatkan beasiswa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi perjuangan karyawan kantoran biasanya dua kali lipat lebih berat. Lantas, bagaimana agar Anda sukses mengejar beasiswa sambil bekerja ­full-time sebagai karyawan? Berikut tips dari Jobplanet yang bisa Anda lakukan:

1. Buat perencanaan

Sebelum memulai perburuan beasiswa, pastikan Anda sudah tahu program studi apa yang ingin diambil, perguruan tinggi yang dituju, serta lembaga penyedia beasiswanya. Di Indonesia sendiri, ada cukup banyak lembaga yang menawarkan beasiswa untuk gelar sarjana hingga doktor. Beberapa yang cukup populer di antaranya, beasiswa LPDP, Fulbright, Erasmus Mundus, Chevening, serta Australian Awards Scholarship.

Karena setiap lembaga punya jadwal penerimaan dan seleksi yang berbeda-beda, maka catat jadwal masing-masing, lalu targetkan kapan Anda ingin memulai studi. Jika sudah, Anda bisa memulai persiapan paling lambat satu tahun sebelumnya. Mengingat Anda akan mencuri-curi waktu kerja, maka sebaiknya Anda tidak terburu-buru agar persiapannya lebih matang.

2. Jaga citra di tempat kerja

Umumnya, lembaga penyedia beasiswa serta kebanyakan perguruan tinggi di luar negeri menjadikan surat rekomendasi sebagai salah satu persyaratan pelamar. Surat yang bisa dikatakan sebagai surat sakti ini boleh ditulis oleh pengajar di perguruan tinggi sebelumnya atau atasan Anda di tempat kerja. Nah, bayangkan jika Anda gagal menjaga performa di kantor. Akankah atasan bersedia merekomendasikan Anda untuk melamar beasiswa?

Baca Juga :  Beasiswa MBA INSEAD 2019 – 2020

Anda boleh saja fokus mengejar beasiswa, tapi tanggung jawab utama sebagai karyawan jangan dilupakan. Membiarkan pekerjaan terbengkalai karena konsentrasi yang terbagi tentu akan mencoreng citra Anda di tempat kerja, khususnya di mata atasan. Jangan sampai cita-cita untuk melanjutkan studi malah merusak karier yang sudah Anda bangun.

3. Manfaatkan waktu luang

Sekali Anda memutuskan untuk melanjutkan studi dan mengejar beasiswa, maka harusnya Anda juga menyadari banyaknya waktu yang harus dikorbankan. Pengejar beasiswa luar negeri, misalnya, perlu mempersiapkan ujian TOEFL atau IELTS, mengambil kelas persiapan GMAT atau GRE, menulis esai, dan sebagainya. Seluruh persiapan ini tentunya memakan waktu yang tidak sebentar.

Agar pekerjaan di kantor tidak terganggu, ada baiknya Anda melakukan persiapan aplikasi perguruan tinggi dan beasiswa di hari libur dan akhir pekan. Memang, agenda rutin untuk memanjakan diri atau kumpul bersama sahabat dan keluarga mau tak mau harus dikurangi. Tapi pada saatnya nanti, pengorbanan Anda pasti akan terbayar.

4. Gunakan cuti dengan bijak

Ada kemungkinan proses aplikasi beasiswa akan memaksa Anda untuk sesekali meninggalkan kantor. Misalnya, untuk mengurus ijazah dan transkrip nilai, menghadiri wawancara, dan sebagainya. Guna mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya Anda gunakan hak cuti dengan bijak. Hindari mengambil cuti untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, karena khawatir begitu ingin mengurus beasiswa, Anda sudah kehabisan jatah cuti.

Mengejar beasiswa sambil bekerja full-time mungkin cukup menguras energi, pikiran, dan waktu. Namun, dengan diiringi niat dan tekad yang bulat, usaha Anda pasti akan membuahkan hasil. Begitu gelar berhasil diraih, karier Anda pun ikut terdongkrak.